Bawaslu Kota Tebing Tinggi Perkuat Sinergi Pendidikan dan Jurnalistik untuk Demokrasi Berkualitas
|
Tebing Tinggi, Bawaslu Kota Tebing Tinggi - Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Elfian Choky Nasution melaksanakan konsolidasi demokrasi bersama sejumlah unsur pendidikan, media, pemerintahan, dan masyarakat, Selasa (1/9/2026), di salah satu Coffee Shop di Jalan Ahmad Bilal, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.
Diskusi tersebut melibatkan Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah III Provinsi Sumatera Utara, Salman, S.Sos., M.AP.; Pimpinan Redaksi (Pimred) Freedom.com, M. Arif Hidayat; Kepala Bidang (Kabid) Kesbangpol, Zulfadli Matondang, M.SP.; serta Alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2025 Kota Tebing Tinggi, Ramadhan.
Konsolidasi demokrasi tersebut membahas peran strategis pendidikan dan jurnalistik yang saling melengkapi dalam membangun masyarakat yang kritis, cerdas, serta memiliki kesadaran demokrasi. Sinergi antara lembaga pendidikan dan media dinilai perlu diperkuat untuk menghadirkan informasi mengenai demokrasi dan kepemiluan yang akurat, berimbang, edukatif, serta mudah dipahami masyarakat.
Dalam diskusi, Elfian Choky Nasution menyampaikan bahwa pendidikan demokrasi perlu berjalan seiring dengan penyebarluasan informasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat.
“Sinergi antara dunia pendidikan dan jurnalistik memiliki peran penting dalam membangun pemahaman demokrasi di tengah masyarakat. Pendidikan dapat membentuk pengetahuan dan kesadaran demokrasi, sementara media memiliki peran dalam menyampaikan informasi yang edukatif, akurat, dan berimbang kepada masyarakat.” ujar Choky.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya pendidikan politik di lingkungan pendidikan yang didukung melalui pemberitaan dan konten edukatif mengenai demokrasi, kepemiluan, hak politik, serta pengawasan partisipatif. Jurnalisme yang independen, profesional, dan berimbang dapat menjadi sarana kontrol sosial sekaligus sumber informasi bagi peserta didik dan masyarakat dalam memahami dinamika demokrasi.
Selain itu, literasi digital dan literasi media dinilai perlu menjadi bagian dari pendidikan demokrasi. Penguatan literasi tersebut penting agar generasi muda mampu memilah informasi, mengenali hoaks dan disinformasi, serta lebih kritis dalam menerima informasi politik.
Kolaborasi antara pendidikan dan jurnalistik juga diarahkan pada berbagai isu demokrasi aktual, termasuk pencegahan politik uang, disinformasi, ujaran kebencian, politik identitas, serta berbagai persoalan yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.
Choky menambahkan, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas pengawasan partisipatif.
“Penguatan pendidikan demokrasi perlu berjalan bersama dengan penyebarluasan informasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara lembaga pendidikan, media, dan Bawaslu menjadi penting untuk meningkatkan literasi demokrasi sekaligus mendorong masyarakat terlibat dalam pengawasan partisipatif.” ujar Choky.
Dalam diskusi tersebut, Alumni P2P juga dipandang dapat menjadi penghubung antara dunia pendidikan, media, dan masyarakat dalam menyebarluaskan pendidikan demokrasi serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif.
Bawaslu Kota Tebing Tinggi akan mendorong kolaborasi kegiatan pendidikan politik dan demokrasi di lingkungan pendidikan dengan melibatkan Bawaslu Kota Tebing Tinggi dan media/jurnalistik. Bawaslu juga mendorong media massa dan media digital untuk memproduksi serta menyebarluaskan konten edukasi demokrasi dan kepemiluan yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.
Penulis : Shakila Sitompul dan Darma M. Harahap
Foto : Darma M. Harahap
Editor : Elfian Choky Nasution