Jaga Persatuan dan Tolak Politik Uang, Bawaslu Kota Tebing Tinggi Dorong Demokrasi Sehat
|
Tebing Tinggi, Bawaslu Kota Tebing Tinggi - Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Lambok Simbolon, melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi (diskusi reguler) bersama pengamat politik, Arham di Golden Cafe, Jl. Pahlawan, Kelurahan Pasar Gambir, Kecamatan Tebing Tinggi, Kota Tebing Tinggi, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 120 menit tersebut menjadi ruang diskusi untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kedewasaan dalam berdemokrasi guna mewujudkan Pemilu yang berkualitas. Diskusi membahas sikap dan tanggung jawab masyarakat dalam menyikapi perbedaan pilihan politik serta menjaga suasana demokrasi yang aman, damai, dan kondusif.
Dalam diskusi tersebut, ditekankan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat diharapkan dapat menghormati pilihan masing-masing tanpa menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk menimbulkan perpecahan. Sikap saling menghargai menjadi salah satu kunci dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman pandangan politik.
Selain itu, peningkatan kesadaran politik masyarakat juga menjadi perhatian penting. Masyarakat diharapkan mampu menentukan pilihan berdasarkan visi, misi, program kerja, serta rekam jejak calon, bukan karena iming-iming uang maupun tekanan dari pihak tertentu. Dengan demikian, keputusan politik yang diambil dapat mencerminkan pertimbangan yang rasional dan bertanggung jawab.
Pembahasan juga mencakup pentingnya kebijaksanaan dalam menerima dan menyebarkan informasi kepemiluan. Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya agar tidak ikut menyebarkan hoaks yang berpotensi memengaruhi pandangan politik maupun memicu konflik di tengah masyarakat.
Lambok Simbolon menyampaikan bahwa kedewasaan dalam berdemokrasi dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta menerima hasil Pemilu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Demokrasi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan Pemilu, tetapi juga oleh kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan pilihan dan menerima hasilnya. Masyarakat perlu bijak dalam menentukan pilihan, tidak mudah terpengaruh politik uang maupun hoaks, serta tetap menjaga persatuan demi terciptanya Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.” ujar Lambok Simbolon.
Lebih lanjut, setiap pihak diharapkan dapat menghormati proses dan hasil Pemilu. Apabila terdapat keberatan terhadap hasil maupun proses penyelenggaraan, penyelesaiannya perlu ditempuh melalui mekanisme hukum yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan terhadap proses demokrasi dan memastikan setiap persoalan diselesaikan sesuai aturan.
Menjaga kualitas demokrasi juga merupakan tanggung jawab bersama. Pengawas Pemilu, peserta Pemilu, pengamat politik, media, dan masyarakat perlu menjalankan perannya masing-masing dalam mengawal proses demokrasi agar berlangsung dengan baik.
Penulis : Shakila Sitompul dan Darma M. Harahap
Foto : Darma M. Harahap
Editor : Elfian Choky Nasution