Pendidikan Politik Perlu Dikembangkan Secara Aplikatif untuk Perkuat Demokrasi
|
Tebing Tinggi, Bawaslu Kota Tebing Tinggi - Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Elfian Choky Nasution melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi (diskusi regular) bersama akademisi dan penyelenggara Pemilu, Selasa (25/8/2026), secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut diikuti Ketua Program Pascasarjana Ilmu Politik FISIP USU, Dr. Tengku Irmayani, Sekretaris Program Pascasarjana Ilmu Politik FISIP USU, Dr. Husnul Isa Harahap, Ketua KPU Kabupaten Serdang Bedagai Periode 2018–sekarang, Dr. (Cand) Fuad Hasan Lubis, serta Ketua KPU Kabupaten Labuhanbatu Periode 2018–sekarang, Dr. (Cand) Zafar Pohan.
Diskusi membahas pentingnya pendidikan politik dalam membentuk masyarakat yang memahami sekaligus mampu menerapkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan politik dinilai tidak cukup hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi perlu disusun secara aplikatif dan sesuai dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam diskusi, peserta menyampaikan bahwa materi pendidikan politik perlu memuat nilai kebebasan, kesetaraan, partisipasi, toleransi, tanggung jawab, kejujuran, serta penghormatan terhadap perbedaan. Peserta juga perlu dibekali pemahaman mengenai hak dan kewajiban warga negara, proses politik, kepemiluan, serta mekanisme partisipasi dan pengawasan masyarakat.
Elfian Choky Nasution mengatakan pendidikan politik perlu dikemas dengan metode yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Pendidikan politik harus bisa dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pembelajaran tidak cukup hanya melalui teori, tetapi perlu dilengkapi diskusi, simulasi, studi kasus, dan praktik pengawasan partisipatif.” ujarnya.
Selain itu, literasi digital juga dinilai penting untuk dimasukkan dalam pendidikan politik. Kemampuan menyaring informasi diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan di ruang digital, seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan informasi politik yang menyesatkan.
Peserta juga menilai pendidikan politik perlu mendorong masyarakat untuk bersikap kritis dan independen dalam melihat dinamika politik serta tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan politik praktis.
Bawaslu Kota Tebing Tinggi akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan akademisi serta penyelenggara Pemilu dalam pengembangan materi pendidikan politik yang lebih aplikatif. Materi tersebut dapat dikembangkan melalui simulasi Pemilu, studi kasus, diskusi isu demokrasi, hingga praktik pengawasan partisipatif.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi, KPU, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil juga akan diperkuat guna mendukung pelaksanaan pendidikan politik secara berkelanjutan, termasuk pada masa non-tahapan Pemilu.
Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, diharapkan pendidikan politik dapat menjadi sarana untuk membentuk masyarakat yang aktif, kritis, bertanggung jawab, toleran, serta memiliki kesadaran dalam menjaga demokrasi yang substantif dan berintegritas.
Penulis : Shakila Sitompul dan Darma M. Harahap
Foto : Darma M. Harahap
Editor : Elfian Choky Nasution