Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Tebing Tinggi Bahas Pentingnya Literasi Demokrasi Digital Bersama SKPI

Konsolidasi Demokrasi

Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Elfian Choky Nasution, menggelar Konsolidasi Demokrasi (diskusi reguler) bersama Direktur Eksekutif Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI), M. Syafi'i Sitorus dan Co-Founder Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI), Kamis (23/7/2026).

Tebing Tinggi, Bawaslu Kota Tebing Tinggi - Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Elfian Choky Nasution, menggelar Konsolidasi Demokrasi (diskusi reguler) bersama Direktur Eksekutif Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI), M. Syafi'i Sitorus dan Co-Founder Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI), Fuad Ginting. Diskusi yang dilaksanakan di Central Kopi, Jl Imam Bonjol, Kota Tebing Tinggi, membahas pentingnya literasi demokrasi digital di tengah pesatnya perkembangan media sosial Kamis (23/7/2026).

Dalam diskusi tersebut, Elfian Choky Nasution menyampaikan bahwa di era digital, informasi mengenai politik, tokoh, maupun isu demokrasi yang dikenal luas masyarakat belum tentu menjadi viral di media sosial. Sebaliknya, informasi yang ramai diperbincangkan juga belum tentu memiliki nilai edukatif, akurat, maupun substansi yang mampu memperkuat demokrasi.

Pembahasan juga menyoroti bahwa fenomena viralitas di media sosial umumnya dipengaruhi oleh algoritma platform digital, sensasionalisme, serta tingginya interaksi pengguna. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk membedakan antara informasi yang populer dengan informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat bagi kehidupan demokrasi.

Selain itu, peserta diskusi menilai bahwa literasi demokrasi digital harus mampu membangun kemampuan masyarakat untuk berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta memahami konteks suatu isu sebelum mempercayai maupun menyebarluaskannya. Demokrasi yang sehat memerlukan masyarakat yang cerdas dalam menggunakan media digital, bukan sekadar aktif bermedia sosial.

Diskusi juga menggaris bawahi bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang digital yang sehat melalui penyebaran konten yang edukatif, berbasis data, serta mampu mendorong partisipasi politik yang bertanggung jawab. Konten yang berkualitas tetap memiliki nilai penting meskipun tidak selalu memperoleh perhatian luas atau menjadi viral.

Menurut Choky, rendahnya literasi digital dapat menyebabkan masyarakat lebih mudah terpengaruh oleh hoaks, disinformasi, propaganda, maupun narasi provokatif yang sengaja dibangun untuk menarik perhatian publik tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kualitas demokrasi.

"Masyarakat tidak boleh menjadikan viral atau tidaknya sebuah informasi sebagai ukuran kebenaran. Yang harus menjadi perhatian adalah akurasi, substansi, dan manfaat informasi tersebut bagi kehidupan demokrasi. Literasi digital menjadi bekal penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan." ujar Choky.

Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Kota Tebing Tinggi akan terus memperkuat publikasi digital yang mengedepankan akurasi informasi, pendidikan politik, dan nilai-nilai demokrasi. Melalui upaya tersebut, masyarakat diharapkan semakin terbiasa mengutamakan kualitas informasi dibandingkan popularitas semata, sehingga mampu berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam setiap proses demokrasi.

Penulis : Shakila Sitompul dan Darma M. Harahap

Foto : Darma M. Harahap

Editor : Elfian Choky Nasution