Bawaslu Kota Tebing Tinggi Dorong Keaktifan Organisasi Mahasiswa sebagai Wadah Demokrasi
|
Tebing Tinggi, Bawaslu Kota Tebing Tinggi - Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Lambok Simbolon melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Arwanda Giffari, Hafiza Syawayya Barus, M. Habib Azmi, dan Salman Jazmi di Sekretariat Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Jl. Pulau Belitung No. 45, Kelurahan Persiakan, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 90 menit dengan mengangkat tema Keaktifan Kelembagaan Mahasiswa Menjadi Wadah Sentral Demokrasi dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya peran organisasi kemahasiswaan dalam kehidupan demokrasi.
Dalam diskusi, Lambok Simbolon menyampaikan bahwa organisasi kemahasiswaan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan dan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kehidupan demokrasi.
“Organisasi mahasiswa merupakan ruang pembelajaran demokrasi yang paling dekat dengan generasi muda. Di dalamnya mahasiswa belajar menyampaikan aspirasi, bermusyawarah, memimpin, dan mengambil keputusan secara bersama-sama,” ujar Lambok.
Menurutnya, keaktifan mahasiswa dalam organisasi kampus dapat menjadi modal penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan kepemimpinan dan kepedulian terhadap persoalan sosial.
“Semangat berorganisasi perlu terus dihidupkan karena dari organisasi akan lahir generasi yang memiliki kesadaran demokrasi, jiwa kepemimpinan, serta komitmen dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, peserta juga menilai bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan wadah yang efektif untuk melatih kemampuan kepemimpinan, menyampaikan aspirasi, membangun budaya musyawarah, serta menumbuhkan sikap kritis terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Selain itu, mahasiswa berpandangan bahwa organisasi kampus harus menjadi ruang yang terbuka bagi seluruh mahasiswa tanpa adanya sekat maupun perbedaan latar belakang. Keterbukaan tersebut dinilai penting untuk mendorong partisipasi aktif dan memperkuat budaya demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kota Tebing Tinggi berharap dapat mendorong tumbuhnya kesadaran politik dan demokrasi di kalangan mahasiswa sehingga lahir generasi muda yang memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, serta komitmen dalam menjaga dan memperkuat demokrasi di Indonesia.
Penulis : Shakila Sitompul dan Darma M. Harahap
Foto : Darma M. Harahap
Editor : Elfian Choky Nasution