Lompat ke isi utama

Berita

Generasi Muda Didorong Menjadi Pemilih Cerdas demi Demokrasi Berkualitas

Konsolidasi Demokrasi

Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Lambok Simbolon kembali melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi. Konsolodasi Demokrasi kali ini dilaksanakan bersama Enda, AKP (Purn) M. Samosir dengan tema Pemilu yang Demokratis dan Tanggung Jawab Pemilih di Be Kopitiam, Jl. Patriot No. 41, Kelurahan Tebing Tinggi Lama, Kecamatan Tebing Tinggi Kota,Kota Tebing Tinggi, Kamis (18/6/2026).

Tebing Tinggi, Bawaslu Kota Tebing Tinggi  - Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Lambok Simbolon kembali melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi. Konsolodasi Demokrasi kali ini dilaksanakan bersama Enda, AKP (Purn) M. Samosir dengan tema Pemilu yang Demokratis dan Tanggung Jawab Pemilih di Be Kopitiam, Jl. Patriot No. 41, Kelurahan Tebing Tinggi Lama, Kecamatan Tebing Tinggi Kota,Kota Tebing Tinggi, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 120 menit tersebut menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya peran pemilih dalam menentukan kualitas demokrasi dan keberhasilan pelaksanaan pemilu.

Dalam pembahasan yang berlangsung, kualitas pemilu dinilai tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara maupun peserta pemilu, tetapi juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.

Lambok Simbolon menyampaikan bahwa pemilih merupakan salah satu unsur penting dalam demokrasi karena kualitas pemimpin yang terpilih sangat dipengaruhi oleh kualitas pilihan masyarakat.

“Pemilih merupakan pilar utama dalam demokrasi. Semakin tinggi kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab, maka semakin baik pula kualitas demokrasi yang akan terbangun,” ujar Lambok.

Ia menjelaskan bahwa tanggung jawab pemilih dimulai jauh sebelum hari pemungutan suara. Masyarakat diharapkan aktif mencari informasi mengenai calon maupun partai politik, memahami visi dan program yang ditawarkan, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

Menurutnya, masih terdapat kecenderungan sebagian masyarakat menentukan pilihan karena pengaruh uang, hubungan kekerabatan, maupun tekanan kelompok tertentu tanpa mempertimbangkan rekam jejak dan kapasitas calon.

“Pendidikan politik harus terus dilakukan agar masyarakat semakin kritis dan tidak mudah dipengaruhi kepentingan sesaat. Pemilih yang cerdas akan melahirkan pemimpin yang berkualitas,” tambahnya.

Selain itu, perkembangan media sosial juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Arus informasi yang sangat cepat dinilai memberikan tantangan tersendiri karena tidak seluruh informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat dituntut untuk lebih bijak dalam menerima, memilah, dan menyebarluaskan informasi, khususnya informasi yang berkaitan dengan politik dan pemilu. Kemampuan dalam menyaring informasi dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks dan informasi yang dapat memecah belah masyarakat.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya membangun budaya politik yang sehat sejak dini, terutama di kalangan generasi muda. Pemilih pemula dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi di masa mendatang.

Dengan bekal pendidikan politik yang baik, generasi muda diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat mengganggu persatuan masyarakat.

Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya tanggung jawab pemilih semakin meningkat sehingga partisipasi politik yang terbangun tidak hanya tinggi secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dan bertanggung jawab dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan berintegritas.

Penulis : Shakila Sitompul dan Darma M. Harahap

Foto : Darma M. Harahap

Editor : Elfian Choky Nasution