Gerakan Intelektualitas Modal Awal Mahasiswa Berperan Dalam Pengawasan
|
Tebing Tinggi, Bawaslu Kota Tebing Tinggi - Mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mendukung pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi. Nilai intelektualitas, independensi, dan idealisme yang melekat pada mahasiswa menjadi modal penting dalam mengawal proses demokrasi yang berintegritas. Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kegiatan konsolidasi demokrasi yang dilakukan Bawaslu Kota Tebing Tinggi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Insaniah Sumatera Utara (UNISU) Tebing Tinggi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH), Choky Nasution, bersama Ketua BEM UNISU Tebing Tinggi, Argawiditya. Diskusi berlangsung di pelataran Koperasi Mahasiswa UNISU Tebing Tinggi, Jalan Deblod Sundoro Nomor 9C, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut menjadi sarana memperkuat komunikasi, sinergi, dan kolaborasi antara Bawaslu Kota Tebing Tinggi dengan organisasi kemahasiswaan dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga demokrasi.
“Diskusi seperti ini sebenarnya sudah sering kami lakukan sebagai bentuk komunikasi, silaturahmi, sekaligus untuk meminta saran dan masukan dari mahasiswa terkait kondisi demokrasi saat ini”, ujar Choky Nasution.
Menurut Choky, BEM UNISU sebagai salah satu organisasi intra kampus memiliki peran penting dalam merespons berbagai dinamika demokrasi. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami persoalan demokrasi, tetapi juga diharapkan mampu mengambil peran aktif dalam mengawal, merawat, dan memperkuat nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan akademik melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, posisi mahasiswa, khususnya BEM UNISU, harus jelas dalam menjaga demokrasi. Saya yakin Ketua Umum BEM UNISU beserta jajarannya dapat berperan aktif dalam mengembalikan gerakan kampus sebagai pusat intelektualitas yang independen, kritis, dan berintegritas”, katanya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BEM UNISU Tebing Tinggi, Argawiditya, menyampaikan komitmennya untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan Bawaslu Kota Tebing Tinggi dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif.
Menurutnya, masih terdapat sebagian mahasiswa yang kurang peduli terhadap isu-isu demokrasi, padahal demokrasi merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dijaga bersama.
“Mahasiswa harus menyadari bahwa merawat demokrasi adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, setiap bentuk partisipasi harus dilandasi nilai-nilai intelektualitas, integritas, dan moralitas yang baik. Kami siap berkolaborasi dengan Bawaslu Kota Tebing Tinggi untuk mewujudkan hal tersebut”, ujar Argawiditya.
Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi ini, kedua belah pihak juga membahas peluang kerja sama yang lebih konkret ke depan. Salah satu rencana yang akan dijajaki adalah penyusunan nota kesepahaman sebagai landasan kemitraan antara Bawaslu Kota Tebing Tinggi dan BEM UNISU Tebing Tinggi dalam berbagai program penguatan demokrasi dan pengawasan partisipatif.
Penulis : Shakila Sitompul dan Darma M. Harahap
Foto : Darma M. Harahap
Editor : Elfian Choky Nasution