Lompat ke isi utama

Berita

Pemahaman Politik Dinilai Menentukan Kualitas Demokrasi dan Pemilu

Konsolidasi Demokrasi

Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Lambok Simbolon melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama W. Silitonga, Victor Silitonga, Ogamota Hulu, Bonny Sembiring, dan IPTU Jonathan Tambunan di Kantor SIB (Sinar Indonesia Baru), Jl. Kartini, Kota Tebing Tinggi, Rabu (13/5/2026).

Tebing Tinggi, Bawaslu Kota Tebing Tinggi  - Perkembangan dinamika politik yang terjadi di tingkat nasional maupun daerah dinilai memiliki pengaruh terhadap pemahaman masyarakat dalam menentukan pilihan pada pemilu. Untuk memperkuat kesadaran politik dan nilai-nilai demokrasi, Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Lambok Simbolon melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama W. Silitonga, Victor Silitonga, Ogamota Hulu, Bonny Sembiring, dan IPTU Jonathan Tambunan di Kantor SIB (Sinar Indonesia Baru), Jl. Kartini, Kota Tebing Tinggi, Rabu (13/5/2026).

Diskusi ini menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pentingnya pemahaman politik dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi pada penyelenggaraan pemilu.

Dalam pembahasan yang berlangsung, keikutsertaan masyarakat dalam mengikuti perkembangan politik dinilai menjadi modal dasar untuk mengetahui dan memahami sosok yang akan dipilih pada pemilu mendatang. Pemahaman politik yang baik diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Lambok Simbolon menyampaikan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan arah demokrasi melalui partisipasi politik yang cerdas dan berlandaskan pemahaman yang baik terhadap perkembangan politik.

“Pemahaman politik yang baik akan melahirkan kesadaran demokrasi yang kuat. Masyarakat perlu mengikuti perkembangan politik agar dapat menentukan pilihan secara rasional dan bertanggung jawab pada setiap pelaksanaan pemilu,” ujar Lambok.

Ia juga menilai bahwa partai politik memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Keberadaan partai politik tidak hanya sebagai peserta pemilu, tetapi juga sebagai sarana pendidikan politik dan jembatan dalam menyerap aspirasi masyarakat.

Selain itu, Bawaslu diharapkan dapat terus memperkuat pendekatan kepada masyarakat melalui dialog dan komunikasi secara langsung. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kepemiluan dan demokrasi.

“Ruang diskusi seperti Konsolidasi Demokrasi perlu terus ditingkatkan karena menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana pemahaman masyarakat terhadap pemilu dan demokrasi. Dialog yang terbuka akan memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawal proses demokrasi,” tambahnya.

Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, diharapkan kesadaran politik masyarakat semakin meningkat sehingga nilai-nilai demokrasi dapat tumbuh dengan baik dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemilu menjadi lebih berkualitas. 

Penulis : Shakila Sitompul dan Darma M. Harahap

Foto : Darma M. Harahap

Editor : Elfian Choky Nasution