SMA Swasta Khatolik Cinta Kasih Siap Ikuti P2P dan Berharap Ada Transformasi Ilmu Kepemiluan Pada Kegiatan Demokrasi di Sekolah
|
Tebing Tinggi, Bawaslu Kota Tebing Tinggi - Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026 akan segera dimulai lagi. Bawaslu Kota Tebing Tinggi kembali terlibat dalam pelaksanaan tersebut. Sekitar 40 peserta akan mengikuti program tahunan dari Bawaslu Republik Indonesia ini. Tahun ini Bawaslu Kota Tebing Tinggi setelah mempertimbangkan beberapa hal dan kondisi serta evaluasi pada penyelenggaraan P2P tahun-tahun sebelumnya maka di putuskan untuk merekrut keseluruhan peserta P2P tahun 2026 ini dari kalangan Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Tebing Tinggi.
Bertempat di SMA Swasta Khatolik Cinta Kasih Jl. Pusara Pejuang, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi, Kamis (7/5/2026), Bawaslu Kota Tebing Tinggi yang diwakili oleh Choky Nasution yang Juga Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HUMAS) tampak berhadir dengan beberapa staf di sekolah tersebut. Kedatangan Rombongan Bawaslu Kota Tebing Tinggi di SMA Swasta Khatolik Cinta Kasih di sambut langsung oleh kepala sekolah (Kepsek), R Silalahi.
Pada kesempatannya Choky Nasution menyampaikan bahwa SMA swasta Khatolik Cinta Kasih terpilih sebagai salah satu dari 8 sekolah menengah atas di Kota Tebing Tinggi yang berkenan mengirimkan 5 orang siswa-siswinya untuk menjadi peserta P2P tahun 2026 ini. “Kita dapat sampaikan kepada bapak Kepala Sekolah bahwasanya siswa-siswi SMA Swasta Khatolik Cinta Kasih diberi kesempatan untuk mengikuti Program Nasional yaitu Pendidikan Pengawas Partisipatif, tahun ini keseluruhan peserta sebanyak 40 orang adalah Pelajar Sekolah Menengah Atas di Kota Tebing Tinggi, kami berharap pemahaman baik teori ataupun pengantar praktek kerja-kerja pengawasan dapat menjadi tambahan wawasan dan keilmuwan bagi para siswa-siswi”, buka Choky Nasution.
“Tentu ada alasan substansi mengapa Bawaslu Kota Tebing Tinggi memilih para pelajar SMA untuk mengikuti kegiatan P2P tahun 2026, itu karena menurut berbagai sumber pemilih Gen Z nantinya akan menjadi pemilih mayoritas pada Pemilu 2029 jumlahnya sekitar 40%, maka kewajiban kita bersama apalagi Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu untuk terus memberikan Pendidikan Politik kepada para pelajar SMA yang juga Gen Z, kita Ingin pemilu 2029 sebagai pemilu yang berkeadilan dan bermartabat untuk itu kita yakin itu hanya bisa terjadi jika pemilih kita menjadi pemilih cerdas, dan kegiatan P2P ini menjadi salah satu jalan kita untuk menuju Pemilu yang Bermartabat dan berkeadilan dengan di topang oleh Pemilih yang Cerdas”, lanjut Choky Nasution.
Dikesempatan yang sama R. Silalahi sebagai kepsek juga menyambut baik pilihan Bawaslu untuk melibatkan siswa-siswi SMA Khatolik Cinta Kasih sebagai peserta pada kegiatan P2P tahun 2026. “Kami mengapresiasi Bawaslu yang terus memberikan kepercayaan pada kami untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan Bawaslu kali ini adalah P2P. Seingat kami ada beberapa kegiatan sosialisasi yang juga melibatkan siswa-siswi kami dalam kegiatan Bawaslu jadi kemitraan ini merupakan kemitraan yang berkelanjutan”, ujarnya.
R. Silalahi menambahkan “Dilingkungan sekolah kami juga terus menerapkan prinsip-prinsip demokratis, salah satunya dalam moment pemilihan ketua OSIS yang biasanya kami gelar secara pemilihan langsung lengkap dengan perangkat penyampaian Visi-Misi, Kampanye dan Panitia Penyelenggara Pemilihan, maka kami berharap pada waktu yang tepat Bawaslu Kota Tebing Tinggi dapat memberikan ransformasi nilai-nilai demokratis secara Praktis kepada seluruh elemen di SMA Khatolik Cinta Kasih agar lebih memahami prosesnya secara komprehensif”, Tutup Pak Kepsek.
Pembicaraan tentang kepemiluan, pendidikan politik sejak usia dini dan demokrasi antara Bawaslu dan SMA Swasta Khatolik Cinta Kasih menghasilkan beberapa Point yang akan coba dilakukan agar menjadi modal bagi para pelajar menjadi pemilih cerdas lagi mencerdaskan untuk pemilu berikutnya dan terus mengawal proses demokrasi di Negeri ini. pertemuan sekitar 1 jam tersebut di akhiri dengan photo bersama antara Bawaslu dan pihak sekolah.
Penulis : Shakila Sitompul dan Darma M. Harahap
Foto : Darma M. Harahap
Editor : Elfian Choky Nasution