Gandeng Kader P2P, Bawaslu Kota Tebing Tinggi Ingin Mahasiswa Baru Belajar Dari Pengalaman Menjadi Bagian Dari Pengawasan
|
Tebing Tinggi, Bawaslu Kota Tebing Tinggi - Bawaslu Kota Tebing Tinggi, melibatkan Kader Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Kota Tebing Tinggi Tahun 2025 untuk berbagi pengalaman pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tebing Tinggi Deli. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus STAI Tebing Tinggi Deli, Jl. Imam Bonjol, Kota Tebing Tinggi, pada Selasa (9/9/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kader P2P Kota Tebing Tinggi Tahun 2025 Rizka Rahmayani dan Rio Samuel Manurung.
Pada kesempatannya, Rizka menceritakan pengalamannya mengikuti program P2P “Saya sudah dua kali mengikuti kegiatan P2P. Pertama pada tahun 2022 di Hotel Singapore Land Batubara, dan kedua di Hotel Polonia Medan”, ungkapnya.
Rizka menambahkan, kegiatan P2P biasanya berlangsung selama tiga hari dua malam. Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan materi seputar kepemiluan, tetapi juga dilatih secara langsung mengenai peran dan tanggung jawab sebagai kader P2P.
“Selama kegiatan, kami mendapatkan pembelajaran intensif tentang bagaimana menjadi kader P2P, sekaligus difasilitasi dengan akomodasi yang memadai”, jelasnya.
Lebih lanjut, Rizka menekankan bahwa tugas seorang kader P2P tidak berhenti setelah pelatihan. “Setelah kegiatan P2P, kami punya kewajiban untuk mengajak teman-teman di sekitar agar ikut serta mewujudkan demokrasi yang bersih, jujur, dan adil. Itulah peran utama kader P2P”, tuturnya.
Pada penutupnya, Rio Samuel Manurung menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa baru STAI Tebing Tinggi Deli. Rio mengajak para mahasiswa untuk tidak ragu bergabung menjadi kader P2P karena peran tersebut sangat penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Kalau teman-teman ikut dan bergabung menjadi kader P2P, maka kita bisa bersama-sama mengawasi secara langsung dan aktif selama jalannya pemilu”, ujarnya.
Rio menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam P2P tidak hanya sebatas kegiatan formal, tetapi juga merupakan wadah pembelajaran nyata tentang bagaimana demokrasi dijalankan di tingkat lokal maupun nasional. Menurutnya, mahasiswa memiliki kapasitas dan semangat kritis yang dapat menjadi modal besar dalam menciptakan pemilu yang bersih, jujur, dan adil.
“Kader P2P bukan hanya sekadar label, tetapi tanggung jawab moral untuk ikut menjaga demokrasi. Mahasiswa memiliki energi, pemikiran kritis, dan jaringan pertemanan yang luas. Itu semua bisa menjadi kekuatan besar dalam mendorong terciptanya pemilu yang damai”, jelasnya.
Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB ini berakhir pada pukul 16.00 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama.
Penulis : Shakila Sitompul
Foto : Darma M. Harahap
Editor : Elfian Choky Nasution