Momentum 97 Tahun Sumpah Pemuda: Bawaslu Kota Tebing Tinggi Titipkan Pesan Untuk Jaga Demokrasi dan Tingkatkan Peran Pengawasan Pemuda-Mahasiswa di Kota Tebing Tinggi
|
Tebing Tinggi, Bawaslu Kota Tebing Tinggi - Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tahun tanggal 28 Oktober saat ini sudah memasuki tahun ke 97. Semangat dan visi yang termaktub dalam Sumpah Pemuda menjadi jalan bagi tegaknya demokrasi di Republik Indonesia. Bertempat di sekretariat Bawaslu Kota Tebing Tinggi Jl. Ahmad Bilal No. 50 Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebing Tinggi Kota pada pukul 09.00 Wib sampai dengan selesai menggelar Pertemuan dan Diskusi dengan organisasi kepemudaan dan Organisasi ke Mahasiswaan se Kota Tebing Tinggi. Tema yang diangkat dalam diskusi tersebut adalah Refleksi Peram Pemuda Dalam Demokrasi di Kota Tebing Tinggi, Rabu (29/10/2025)
Hadir beberapa pengurus dari Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa se Kota Tebing Tinggi, diantaranya adalah Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Lafran Pane Kota Tebing Tinggi, Pengurus Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Tebing Tinggi, Pengurus Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tebing Tinggi, Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Tebing tinggi-Serdang Bedagai, Himpunan Mahasiswa Muslim Al Wasliyah (HIMMAH) Kota Tebing Tinggi, Ikatan Pemuda dan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Tebing Tinggi, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Tebing Tinggi-Serdang Bedagai, Fatayat NU Kota Tebing Tinggi, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Tebing Tinggi.
Sedangkan dari unsur Pimpinan Bawaslu Kota Tebing Tinggi tampak hadir dalam kegiatan diskusi ke pemudaan tersebut Koordinator Divisi Hukum Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Humas (HPPH) Choky Nasution dan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Lambok Simbolon.
Diskusi dibuka dengan opening ceremonial menyayikan lagu Indonesia Raya dan Doa. Kegiatan diskusi dimoderatori langsung oleh Choky Nasution dan dibuka oleh Lambok Simbolon. Ada beberapa Hal yang disampaikan lambok simbolon pada saat membuka kegiatan.
“Tahun 2025 ini ditandai dengan geliat yang cukup posistif dari organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang muncul dan mendeklarasikan terbentuknya organisasi di kota tebing tinggi, hal ini menunjukan bahwa Pemuda dan Mahasiswa di kota Tebing Tinggi akan coba berperan aktif sebagai mitra strategis untuk seluruh stakeholder di kota Tebing Tinggi”, ujarnya.
“Banyak Hal Positif yang dapat dilakukan oleh Mahasiswa dan Pemuda secara organisatoris diantaranya dengan melakukan pendataan dan pendampingan ditengah-tengah masyarakat akan segala hal yang terkait dengan administrasi kependudukan dan administrasi yang bersifat pelayanan kemasyarakatan di kota tebing tinggi, mahasiswa dan pemuda memang harus bersentuhan langsung dengan masalah dan kendala yang ada di tengah Rakyat dan turut aktif dalam mencari solusi terhadap permasalahan tersebut”, tutupnya.
Dikegiatan yang sama, Choky Nasution juga menyampaikan bahwasanya, “Pemuda dan Mahasiswa selalu punya peran strategis dalam sejarah perkembangan peradaban dunia dan Indonesia, oleh karena itu Pemuda dan Mahasiswa harus sering berkonsolidasi dan menyatukan visi-misi dan telaah kajian analisa kritis terhadap banyak hal, salah satunya adalah hal-hal yang berkaitan dengan Demokrasi”, katanya.
“Maka hari ini selain memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 97 Tahun, Bawaslu ingin mendapatkan masukan, saran dan kritik dari seluruh pengampu kepentingan kepemiluan yang salah satunya adalah Pemuda dan Mahasiswa”, tutup pria berkaca mata itu.
Diskusi yang seharusnya direncanakan berlangsung selama kurang lebih 2 Jam ini ternyata menghabiskan waktu sampai 4 jam. Diskusi berjalan dengan menarik, banyaknya masukan, saran dan kritik yang di sampaikan hampir seluruh peserta diskusi. Beberapa point yang bisa dicatat dan dijadikan kritik yang membangun adalah, Pertama, terkait dengan kinerja Bawaslu Kota Tebing Tinggi dalam melakukan penindakan dan penanganan pelanggaran yang harus di tingkatkan. Kedua, Bawaslu Kota Tebing Tinggi diminta harus lebih banyak melibatkan Mahasiwa dan Pemuda dalam menjadi mitra penyelenggara Pemilu terutamanya di badan AdHoc. Ketiga, dalam hal Integritas dan Independensi Bawaslu kota Tebing Tinggi diminta untuk menjaga dan merawat hal tersebut di seluruh tingkatan. Ke empat, kegiatan yang berbasis diskusi, kajian dan analisa kepemiluan agar lebih konsisten diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Tebing Tinggi agar memberikan edukasi tentang demokrasi kepada seluruh warga kota Tebing Tinggi, Kelima, peserta diskusi mengapresiasi kegiatan diskusi kepemudaan dan kemahasiswaan ini karena menjadi wadah yang baik untuk para mahasiswa dan pemuda saling berinteraksi dan berkonsolidasi di Kota Tebing Tinggi.
Sebelum kegiatan ini ditutup, Bawaslu Kota Tebing Tinggi berharap ada sinergi dan kolaborasi antar lembaga dan kegiatan ini dapat terakumulasi dalam bentuk Memorandum Of Understanding (MOU) antara Bawaslu dan lembaga atau organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan di Kota Tebing Tinggi. Kegiatan diskusi ditutup dengan foto bersama.
Penulis : Shakila Sitompul dan Darma M. Harahap
Foto : Darma M. Harahap
Editor : Elfian Choky Nasution