Lompat ke isi utama

Berita

Soroti Etika dan Integritas Penyelanggara Pemilu, Akademisi Ingatkan Masa Depan Demokrasi Diawali Moralitas Yang Baik Pribadi Penyelenggara Pemilu

Ngabuburit pengawasan

Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi sekaligus Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat Hubungan Masyarakat, Choky Nasution melaksanakan kegiatan ngabuburit pengawasan dengan melakukan diskusi melalui zoom dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi yaitu Kepala Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr. Akhyar Anshori M.Si. dan akademisi UINSU, Ikhwan Kurnia Hutasuhut M.Si. dengan tema “Dinamika Integritas dan Etika Penyelenggara Pemilu, antara Regulasi dan Kecurigaan akan Intervensi”, Kamis (5/3/2026).

Tebing Tinggi, Bawaslu Kota Tebing Tinggi – Rangkaian kegiatan Ngabuburit Pengawasan masih terus berlanjut dilakukan oleh Bawaslu Kota Tebing Tinggi. Setelah beberapa hari lalu mengunjungi MUI Kota Tebing Tinggi dalam rangka Ngabuburit Pegawasan. Kali ini sesuai dengan SE Bawaslu Nomor 4 Tahun 2026 tentang Ngabuburit Pengawasan kegiatan dilakukan secara Daring. Kegiatan diskusi dengan tema “Dinamika Integritas dan Etika Penyelenggara Pemilu, antara Regulasi dan Kecurigaan akan Intervensi” dilakukan secara zoom. Menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi yaitu Kepala Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr. Akhyar Anshori M.Si. dan akademisi UINSU, Ikhwan Kurnia Hutasuhut M.Si. dan yang ikut membersamai kegiatan ini dari Bawaslu Kota Tebing Tinggi adalah Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat Hubungan Masyarakat, Choky Nasution, Kamis (5/3/2026).

Dalam penyampaiannya Choky Nasution mengatakan bahwa Etika dan Integritas sebagai Penyelenggara Pemilu adalah hal yang Utama. “Integritas dan Etika itu adalah modal awal Penyelenggara Pemilu. Sebenarnya bukan hanya unsur pimpinan saja tetapi juga seluruh unsur staf sekretariat, kalau masih ada keraguan dari masyarakat mengenai Integritas dan Etika Penyelenggara Pemilu itu adalah hal yang wajar dan tentunya kritik itu baik bagi Penyelenggara Pemilu”, ujar Choky.

ngabuburit pengawasan

“Tantangannya adalah bagaimana seluruh kritik itu bisa kita jawab dan manifestasikan sebagai kerja-kerja nyata apalagi di masa non tahapan ini, disaat semua orang menganggap Penyelenggara Pemilu sudah tidak lagi bekerja paskah tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak selesai”, sambung Choky Nasution

Sebagai seorang akademisi dan pakar komunikasi, Dr Akhyar Anshori mengatakan. Bahwa Penyelenggara Pemilu harus benar-benar teguh dan kuat dalam menjaga etika dan Integritas nya. “Karena Penyelenggara ini memegang mandat yang luar biasa dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara lewat pesta Demokrasi, dari kalangan akademisi mengingatkan bahwa kerja-kerja anda sebagai penyelenggara pemilu terus diawasi, ruang publik Peyelenggara juga harus transparan, tidak bisa Penyelanggara itu asal berbicara tetapi dalam komunikasinya ada kepedulian, empati dan sistematika bahasa yang baik agar Publik bisa mengerti dan mengganggap Bawaslu terbuka, karena keterbukaan itu salah satu bagian dari Integritas”, tutup Dr. Akhyar.

Dikesempatan yang sama Ikhwan Kurnia Hutasuhut M,Si kurang lebih mengingatkan hal yang sama dalam pemaparan materinya. Akademisi dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negri Sumatera Utara (UINSU) itu mengatakan “Karena berbicara Etika Dan Integritas maka sedari dasar misalnya pada saat seleksi Penyelenggara Pemilu itu memang harus transparan dan terbuka, jangan sampai publik menilai Penyelenggara Pemilu memiliki afirmasi dengan peserta Pemilu, karena hal ini juga dapat mengganggu Integritas Penyelenggara Pemilu kedepannya dan tentunya kita tidak mau hasil dari Pemilu itu bisa saja diragukan. Untuk itu Penyelenggara Pemilu harus siap dikritik dan harus siap mendengar masukan dari Publik untuk perbaikan jalannya Demokrasi kedepan”, tutup Ikhwan. 

Ngabuburit Pengawasan secara Daring diharapkan bisa menjadi salah satu solusi di tengah efisiensi. Diakhir kegiatan Choky Nasution yang di temui di ruang kerjanya mengatakan “Efisiensi tentunya bukan menjadi alasan Bawaslu tidak bisa melakukan aksi-aksi yang bernilai Pendidikan Politik dan Demokrasi. Seperti saat ini kita tetap bisa menggelar kegiatan yang bernilai Edukasi di tengah-tengah efisiensi”, ucap Choky.

“Bawaslu Kota Tebing Tinggi masih memiliki beberapa agenda terkait dengan Ngabuburit Pengawasan dan harapannya masyarakat dan siapapun dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan Bawaslu Kota Tebing Tinggi ini”, tutupnya.

Peserta yang mengikuti kegiatan Ngabuburit Pengawasan secara Daring ini diikuti sekitar 50-an peserta dari seluruh Indonesia. Para peserta selain mendapatkan Ilmu yang berguna juga mendapatkan E-Sertificate dalam kegiatan ini.

Penulis : Shakila Sitompul dan Darma M. Harahap

Foto : Darma M. Harahap

Editor : Elfian Choky Nasution