Tahapan Mutarlih Pilkada 2024 Sedang Berlangsung, Bawaslu Kota Tebing Tinggi Fokus Penuh Untuk Mengawasi
|
Medan, Bawaslu Kota Tebing Tinggi - Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI) adalah salah satu lembaga Pemerhati Pemilu, lembaga yang didirikan di Medan, saat ini juga fokus pada Pendidikan Politik khususnya di momentum Pilkada Serentak 2024. Sebagai salah satu bentuk pengejawantahan Pendidikan Politik bagi masyarakat pada umumnya dan Pemuda pada Khususnya maka pada Selasa, 9 Juli 2024 bertempat di Cafe Ketapang Rumah Kopi Jl Karya Bakti 45 A diadakan diskusi Pemilu dan Demokrasi dengan Tajuk "Menilisik Kendala dan Solusi Pemutakhiran Data Pemilih pada Pilkada Serentak 2024". Diskusi yg diadakan secara terbuka dan dimulai pada pukul 21.00 Wib dihadiri Pembicara dari Kalangan Penyelenggara Pemilu, Akademisi, dan Pemantau Pemilu. Kegiatan ini di buka oleh Co Founder SKPI yang juga Ketua KPU Deli Serdang Periode 2018-2023 Syahrial Efendi dan di pandu oleh moderator Syafii.
Hadir membersamai kegiatan ini sebagai salah satu pembicara adalah Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi Koordiv HPPH, Elfian Choky Nasution. Dalam sambutan dan pemaparan singkatnya beliau mengatakan bahwasanya sangat senang bisa berhadir di kegiatan SKPI ini sebagai teman diskusi, isu atau tema yang diangkat dalam diskusi kali ini oleh SKPI di nilai senafas dengan Bawaslu dan KPU yang pada hari-hari kedepan akan fokus pada Tahapan Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih).
"Semakin Banyak Kegiatan diskusi yang dilakukan oleh lembaga atau Organisasi Pemerhati Kepemiluan tentang Pemilukada, kami Bawaslu merasa makin termotivasi untuk lebih optimal dalam melakukan Pengawasan setiap Tahapan Menuju Pilkada 2024",lanjut Choky.
"Tahapan Pemutakhiran data Pemilih sejatinya menjadi dasar kita untuk bisa memastikan tugas substansial Bawaslu dalam Menjaga dan Mengawal Hak Pilih masyarakat dilakukan secara maksimal", kata Choky.
Secara bergantian pemateri diskusi Memaparkan materi nya. Dalam sesi diskusi beberapa kendala dalam proses mutarlih/coklit mulai mengemuka. Seperti belum maksimalnya petugas Pantarlih melakukan proses coklit, pemahaman Penyelenggara Pemilu terhadap Regulasi ttg Pemutakhiran data pemilih yaitu PKPU 7 Tahun 2024 juga dirasakan masih kurang, belum lagi persoalan data Pemilih yg tidak dimiliki oleh Pengawas/Bawaslu sehingga tidak adanya data Pembanding, dan Persoalan Aplikasi E Coklit dan Pemilih Disabilitas dan TNI/Polri.
Sebagai Closing Statement dalam diskusi SKPI kali, Choky Nasution mengatakan bahwa "Kita Harus Optimis bahwa Proses Coklit/mutarlih ini dapat berlangsung dengan baik, karena coklit adalah tahapan awal dari tahapan panjang dalam Proses penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang di dahului dengan Daftar Pemilih Sementara (DPS) berlanjut secara berjenjang dengan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan lainnya sampai akhirnya DPT".
"Kami mengajak seluruh stakeholder kepemiluan diantaranya akademisi, organisasi Kaukus kepemiluan, aktivis, pemerhati kepemiluan dan masyarakat sipil untuk berperan aktif dalam mengawasi Proses Coklit ini karena Pilkada 2024 merupakan tanggung Jawab bersama". tambahnya.
Tak lupa juga Choky menyampaikan "Bahwasanya Bawaslu juga melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencegahan yg prefentif dalam setiap tahapan khususnya Coklit, seperti Membuka Posko Kawal Hak Pilih di setiap tingkatan pengawasan, Patroli Kawal Hak Pilih sampai dengan tanggal 27 November 2024. Dan banyak lagi yg lainya" tutup choky
Kegiatan diakhiri dengan Review diskusi oleh moderator, penutup oleh Co Founder SKPI sdr Fuad Putra Perdana Ginting dan kemudian Photo Bersama Narasumber dan audience, Selasa (9/7/2024).
Penulis dan Foto : Darma M Harahap
Editor : Elfian Choky Nasution